Loading...

BPTP Sumut Siapkan Benih, Bisnis Jengkol makin Menggiurkan

14:12 WIB | Thursday, 24-May-2018 | Inovasi Teknologi, Teknologi | Penulis : Kontributor

Serah terima benih jengkol dari BPTP Sumut

Bisnis jengkol belakangan ini tidak bisa dianggap remeh. Begitu tinggi peminatnya, membuat peluang bisnisnya di Sumatera Utara semakin menggiurkan. Untuk mendukung pengembangannya,  Balai Pengkajian Teknologi Pertanian ( BPTP)  Sumatera Utara memberikan bantuan benih unggul jengkol spesifik Sumatera Utara sebanyak sepuluh ribu batang kepada petani pengguna.

 

Salah satu petani pengguna yang berminat menangkarkan benih jengkol dari BPTP Sumut adalah Kelompok Tani Tunas Baru Dari Desa Tanjung Raja Kecamatan STM Hulu Kab. Deliserdang Sumatera Utara. Menempuh perjalanan yang tidak dekat, Poktan ini menjemput benih jengkol di Kebun Percobaan BPTP Sumatera utara di Medan sebanyak 1.100 batang. Ketua kelompok Tunas Baru, Datten Karosekali mengatakan benih ini akan diserahkan kepada anggota kelompok sebanyak 15 orang sesuai CPCL yang di ajukan melalui Dinas Pertanian Kab. Deliserdang.

 

Dalam kesempatan ini kepala BPTP Sumatera Utara, Dr. Khadijah EL Ramija, SPi, MP berpesan agar benih ditanam dan dirawat dengan menerapkan teknologi Inovasi Pertanian.

 

Sementara itu, sebanyak 5 Kelompok tani lainnya telah lebih dahulu menjemput  benih setelah acara Penyerahan secara simbolis dari Balitbangtan oleh Sekretaris Balibangtan, Dr.M. Prama Yufdi kepada Sekda Prov.Sumut, Ibnu S Hutomo di acara Pelantikan Pengurus Peragi Sumatera Utara Priode 2018 - 2021 di Hotel Aryaduta tanggal 9 Mei 2018 d Medan.

 

Menurut Penanggung jawab Kegiatan perbenihan jengkol BPTP Sumut, Nazaruddin Hutapea, para petani dan kelompok tani penerima ini merupakan petani yang di usulkan oleh Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura yg di usulkan melalui CPCL ke BPTP Balitbangtan Sumatera utara pada bulan maret lalu.

 

Benih ini merupakan hasil Eksplorasi/seleksi pohon unggul induk yg dilaksanakan di beberapa kabupaten penghasil jengkol yang ada di Sumatera utara dan telah dilaksanakan uji tes RADD oleh Balitbu Tropika di Solok, Sumatera Barat. Hasil uji itu menyatakan bahwa jengkol ini memiliki rasa Enak (pulen) sedikit berbau dan tidak mengakibatkan jengkolat(mabuk) walau di konsumsi dalam jumlah banyak.

 

Dari hasil analisa yang dilakukan ke beberapa petani maju yang menanam  jengkol di Sumatera Utara disimpulkan bahwa  saat ini bertanam jengkol dengan cara intensif dan penerapan inovasi teknologi sangat memberi peluang bisnis yang menjanjikan.

 

Menurut informasi dari seorang petani kooperator, Naga, dengan bertanam seluas 2 ha pada perlakuan jarak tanam 9 m × 9 m pada tahun ke lima produksi telah memberi hasil Rp.20 juta sekali panen. Demikian juga pemasaran sangat mudah karena banyak peminat yang datang dari luar daerah Sumatera utara menjemput langsung ke lokasi Kebun dengan harga Rp.90.000/kg.Dengan rata-rata provitas perpohon 60 kg/ pohon.(Nazaruddin Hutapea SP, Penyuluh BPTP Sumut/Lis)

 

Editor : Gesha

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162