Loading...

Kementan-PBNU Garap Jagung di Sembilan Kabupaten

02:26 WIB | Monday, 04-December-2017 | Komoditi, Pangan, Nasional | Penulis : Gesha

Kementerian Pertanian bersama Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) bekerjasama menggarap pengembangan jagung di sembilan kabupaten.Kerjasama itu tertuang dalam Nota Kesepahaman (MoU) Ketua PBNU, Said Aqil Shiradj dengan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, beberapa waktu lalu.

 

Dalam nota kesepahaman tersebut, Kementan-PBNU sepakat untuk pengelolaan sumberdaya manusia dan peningkatan produksi pangan khususnya jagung. "Tercatat, ada sekitar 91 juta jiwa dan 80% merupakan petani khususnya petani penggarap yang masih miskin," kata Said. 

 

Said mencontohkan di Bondowoso, saat musim kemarau banyak petani yang banting stir menjadi pemecah batu kali. Untuk mengeluarkan mereka dari kemiskinan, Kementan dan PBNU memilih pertanaman jagung di 9 kabupaten yang meliputi Kabupaten Bengkulu selatan,  Bengkulu utara, Kaur, Seluma, Muko-muko, Rejang lebong, Kepahyang, Paser Panajam (Kaltim), dan Ogan komering ilir (Sumsel). "Insya Allah rencananya mencapai 100 ribu ha," tuturnya. 

 

Sementara itu Menteri Pertanian, Amran Sulaiman mencontohkan pertanaman jagung seluas 10 ribu ha di Bengkulu Selatan yang dilakukan salah satu Kyai NU dan berhasil meningkatkan pendapatan petani.  "Sebelum MoU saja sudah bisa, makanya kita naikkan 10 kali lipat. Kalau yang 100 ribu ha ini ditanam dengan baik dan berproduksi, kita bisa menghasilkan Rp 3 trilliun," tuturnya. 

 

Untuk mendukung pertanaman tersebut, Amran juga menggulirkan bantuan alsintan antara lain traktor roda dua (10 unit), eskavator (2 unit), pompa air (10 unit). "Terserah nanti PBNU akan ditempatkan dimana," ujarnya,

 

Tak hanya alsintan, benih dan pupuk untuk pertanaman bersama PBNU juga dipersiapkan. Sehingga di awal tahun 2018 mendatang, pertanaman jagung di 9 kabupaten tersebut bisa dimulai. 

 

Amran menilai, kerja sama dengan PBNU sangat penting dan strategis guna membangun pertanian sampai di daerah pedesaan dan perbatasan. Pasalnya, warga NU memiliki jaringan sampai pelosok negeri. Apalagi, mayoritas warga NU merupakan petani. "Keanggotaan NU sekitar 91 juta orang, 80 persennya adalah petani," katanya. Gsh

 

 

 

Editor : Yulianto

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162