Loading...

Manfaatkan DOI Untuk Pengelolaan Data Padi

11:38 WIB | Thursday, 14-June-2018 | Inovasi Teknologi | Penulis : Gesha

Identifikasi data padi bisa dilakukan melalui DOI

Sumberdaya genetik tanaman padi di Indonesia tergolong melimpah. Agar lebih akurat, Kementerian Pertanian melalui Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumberdaya Genetika Pertanian (BB Biogen) dalam waktu dekat akan menerapkan pengelolaan data padi melalui sistem DOI.

 

Digital Object Identifier (DOI) atau pengenal objek digital merupakan alat pengenal permanen yang digunakan untuk mengidentifikasi suatu objek berupa dokumen elektronik. Alat pengenal ini diberikan secara unik dan dapat digunakan untuk menempatkan catatan yang lebih detail.

 

Saat ini DOI banyak dimanfaatkan untuk mengidentifikasi informasi terkait berita, data pemerintahan atau kegiatan akademik seperti publikasi ilmiah. DOI memberikan sambungan (link) dengan internet seperti URL (Uniform Resource Locator) yang biasa kita kenal dengan alamat internet (web address).

 

Karena URL dapat berubah atau tidak aktif lagi karena beberapa hal yang bisa terjadi yaitu dihapus atau kepemilikan alamat internet yang berpindah tangan, maka penggunaan DOI dalam pencarian digital memberikan hasil yang lebih tepat dari pada penggunaan URL.

 

Secara luas, DOI dapat digunakan sebagai alat identifikasi untuk database yang besar pada berbagai bidang. Salah satunya pada lahan pertanian dengan mengidentifikasi sumberdaya genetik (SDG) padi.  Kepala BB Biogen, Mastur mengungkapkan bahwa varietas padi yang ada di dunia jumlahnya lebih dari 90.000 sehingga akan perlu memanfaatkan sistem DOI. 

 

Karena itu, Kementan melalui Badan Litbang Pertanian (Balitbangtan) bekerja sama dengan FAO (Food and Agriculture Organization), mengikuti  pelatihan dengan tujuan untuk mengenalkan sistem DOI dalam mengelola data padi.  Kegiatan ini merupakan hasil Benefit Sharing Fund (BSF) dari ITPGRFA (International Treaty on Plant Genetic Resources for Food and Agriculture) dan Indonesia juga sebagai salah satu negara yang ikut berperan aktif. 

 

Pelatihan DOI juga diikuti oleh beberapa negara yaitu Zambia, Malaysia, Filipina, India dan Bhutan. Dari Indonesia, selain BB Biogen, hadir beberapa perwakilan dari LIPI, Balai Besar Penelitian Padi (BB Padi), Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sumatera Selatan, Yogyakarta, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah dan Nusa Tenggara Barat.

 

Masing-masing peserta diminta melakukan perbaikan database padi sebelum registrasi DOI baru kemudian melakukan registrasi DOI data padi dengan perangkat DOI yang disediakan. Hasilnya agar data padi dari masing-masing peserta sudah teregistrasi DOI dan data tersebut dapat dimanfaatkan bersama untuk keperluan penelitian dan pengembangan padi.

 

Keuntungan Indonesia

Kegiatan ini merupakan kegiatan lintas negara, di mana Indonesia adalah sebagai pemimpin kegiatannya. Kegiatan terdiri atas beberapa tahapan, yaitu: Pengujian software pendukung aplikasi DOI, pengembangan sistem database, dan diseminasi ke masyarakat global. 


Saat ini software yang telah dikembangkan Internasional Rice Research Institute (IRRI) telah diuji aplikasinya oleh tenaga IT dari BB-Biogen. Selanjutnya, dalam dua tahun ke depan, software ini akan diujicobakan ke beberapa negara lain. 


Untuk Indonesia, kegiatan ini memberikan keuntungan tersendiri. Mulai dari melakukan pembaruan sistem database SDG kita (terutama padi) menuju sistem yang lebih menyeluruh, akurat, lengkap, dan terintegrasi, hingga koneksi sistem database dengan aplikasi DOI akan memfasilitasi pelacakan transfer materi genetik yang dipertukarkan dalam sistem multilateral. Lebih lanjut, melalui pelacakan ini akan memberikan kemudahan dalam pembagian manfaat atas penggunaan suatu materi genetik (Access and Benefit Sharing = ABS). (gsh)

 

Editor : Gesha

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162