Loading...

Mentan : Dukungan Nyata Elemen Bangsa Untuk Pembangunan Pertanian

18:44 WIB | Friday, 05-May-2017 | Nasional | Penulis : Gesha

Kementerian Pertanian kini semakin optimis pembangunan pertanian yang kini mulai menampakkan hasil. Sekaligus dukungan sektor lain pun semakin terlihat nyata. 

 

"Ada TNI, asosiasi, dan lain sebagainya. Semua elemen bangsa terlibat. Kita ini satu Merah Putih," ungkap Menteri Pertanian, Amran Sulaiman ketika membuka acara Dialog bersama petani-nelayan dalam rangkaian Penas KTNA XV di Pendopo Gubernur Aceh, Jumat (5/5).

 

Diakui Mentan, dalam mewujudkan pembangunan pertanian yang dinamis seperti sekarang ada banyak halang rintang yang harus dilewati. Namun dirinya mengaku tidak takut karena kuat dan solidnya elemen bangsa tersebut menopang pertanian.

 

"Kita ada Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) di sekeliling kami, jutaan orang di seluruh Indonesia yang mendukung," tegasnya. 

 

Dukungan ini sangatlah penting karena ketahanan negara ditentukan oleh ketahanan pangan masyarakatnya. "Jika ini goyang maka ketahanan negara akan goyang juga. Kita harus sadari itu. Bahwa ini (pangan) adalah komoditas strategis khususnya beras," ungkapnya.

 

Permasalahan yang selama ini membelit pertanian pun tengah diurai secara bertahap. Salah satunya adalah pengamanan stok dan produksi 4 komoditas strategis meliputi padi, jagung, cabai dan bawang. 

 

"Kita selesaikan secara bertahap dan mimpi besar kita  adalah di tahun 2045 Indonesia menjadi lumbung pangan dunia," harapnya seraya tetap meminta dukungan dari KTNA untuk mewujudkannya. 

 

Serupa dengan pendapat Mentan, Panglima TNI Gatot Nurmantyo yang turut hadir dalam dialog tersebut juga memberikan pentingnya ketahanan pangan suatu negara.  

 

"Petani dan Nelayan merupakan pahlawan devisa karena pertumbuhan ekonomi merupakan hasil dari sektor pertanian, peternakan perikanan dan perkebunan," ungkapnya.

 

Namun, petani dan nelayan juga harus semakin diperkuat karena sekarang ini tengah terjadi kompetisi global dalam bentuk perlombaan ekonomi. Tak hanya diperkuat untuk ketahanan pangan tetapi juga memenuhi kesejahteraan petani. 

 

 "Sekarang bukan lagi antar negara tetapi lebih kepada persaingan antar manusia. Maka yang terjadi adalah migrasi besar-besaran manusia untuk mendapatkan daerah yang menjanjikan secara ekonomi dan kemungkinan bisa menjadi penjajahan ekonomi. Jika ini terjadi, nelayan dan petani bisa terancam," ungkapnya. 

Editor : Pimpinan Redaksi

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162