Loading...

SI MANTAP, Percepat Proses Klaim Asuransi Pertanian

15:49 WIB | Tuesday, 21-November-2017 | Sarana & Prasarana, Non Komoditi | Penulis : Julianto

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan), Kementerian Pertanian meluncurkan aplikasi terbaru bernama SI MANTAP (Sistem Informasi Pemantauan Tanaman Pertanian) berbasis penginderaan jarak jauh. SI MANTAP ini menggunakan model standing crop yang telah dikembangkan sejak Tahun 1997.

 

Kepala Unit Usaha Pertanian dan Mikro Jasindo, Ika Dwinita Sofa berharap dengan banyaknya fitur dalam aplikasi SI MANTAP dapat dimanfaatkan untuk mempercepat proses klaim asuransi pertanian, khususnya tanaman padi. Selama ini saat ada laporan kerusakan tanaman padi, baik kekeringan, banjir dan serangan hama penyakit, pihaknya hanya bisa menghitung dengan estimasi.

 

“Dengan SI MANTAP, kita bisa memverifikasi kondisi di lapangan dengan lebih akurat untuk proses pembayaran klaim asuransi,” ujarnya usai soft launching aplikasi SI MANTAP di gedung Agrosinema Balai Besar Sumber Daya Lahan Pertanian (BBSDLP), Bogor, Selasa (21/11).  

 

Keuntungan lainnya menurut Ika, jika ada klaim dari petani yang lahannya gagal panen akibat kekeringan, banjir maupun serangan hama penyakit, maka pihaknya juga dapat memproses lebih cepat. “Artinya proses asuransi bisa lebih efisien dan efektif,” tambahnya.

 

Pada tahun 2017, Ika menyebutkan, ada sebanyak 20 ribu ha lahan tanama padi yang gagal panen yang dicover asuransi dengan nilai klaim sebanyal Rp120 miliar. Wilayah yang paling besar klaim asuransi usaha tanaman padi (AUTP) adalah di Sumatera Selatan karena lahan padi petani gagal panen akibat banjir dan kekeringan. Selanjutnya wilayah Jawa Barat yang lahan padinya banyak terkena wereng cokelat. Nomor tiga yang klaim asuransinya besar adalah Sulawesi Selatan karena banjir.

 

Ika menjelaskan, tahun ini petani yang mendaftarkan AUTP seluas 860 ribu ha dengan total premi sebanyak Rp140 miliar. Jumlah itu naik dibandingkan tahun lalu yang hanya 500 ribu ha dengan nilai hanya Rp 90 miliar, “Kami harapkan tahun ini bisa menembus 950 ribu ha. Target pemerintah sebenarnya 1 juta ha,” katanya.

 

Harus Mudah

 

Sementara itu Kepala Badan Litbang Pertanian, M. Syakir mengatakan, sebuah teknologi harus aplikatif. Jadi betapa pun canggihnya suatu aplikasi, jika tidak aplikatif digunakan, maka akan sulit berkembang. Contohnya, teknologi Black Berry kini tertinggal dengan Android dengan Whats App-nya. “Harus ada upaya ekstra untuk menyempurnakan teknologi yang telah kita buat. Tim harus buat yang lebih praktis dalam satu pintu aplikasi,” katanya.

 

Untuk aplikasi SI MANTAP, Syakir menilai, meski telah memuat informasi pemantauan kondisi pertanaman pertanian (padi, jagung, tebu, bawang merah dan cabai) yang dapat membantu kegiatan usaha tani, tapi harus memuat solusinya.  “Jadi informasi SI MANTAP bukan hanya mengetahui fase pertumbuhan, termasuk ancaman kekeringan, tapi solusi yang harus dilakukan. Kalau hanya sebatas mengetahui pertumbuhan, aplikasi itu  sifatnya pasif,” tuturnya.

 

Syakir mengatakan, salah satu ciri modernisasi adalah memanfaatkan informasi secara cepat dan memberikan solusi yang juga cepat, salah satunya dalam bentuk informasi teknologi. Karena itu SI MANTAP sangat penting dalam keberhasilan usaha tani, apalagi dengan makin terbatasnya lahan pertanian.

 

“Dengan informasi SI MANTAP, pemerintah bisa mengambil langkah lebih lanjut, termasuk mobilisasi input. Kalau ada kemungkinan kekeringan, juga bisa diantisipasi segera,” katanya.

 

Beberapa aplikasi yang Balitbangtan telah meluncurkan adalah, SISULTAN, KATAM TERPADU, SIRAWA, SI PETANI, SI PAKAR HORTI.  Namun M. Syakir meminta agar aplikasi-aplikasi tersebut dikumpulkan dalam satu sistem informasi. Dengan demikian mempermudah petani atau penyuluh memanfaatkan teknologi informasi Balitbangtan. “Kalau bisa dikembangkan jadi satu aplikasi. Balitbang harus keluar dari perangkap administrasi. Karena terlalu banyak, jangankan petani, kita saja kesulitan,” katanya. Yul

 

Editor : Yulianto

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162