Loading...

Swasembada Bawang Putih

08:33 WIB | Wednesday, 07-June-2017 | Editorial, Editorial | Penulis : Ahmad Soim

Tidak ada yang tidak mungkin. Itulah yang barangkali menjadi prinsip kerja  Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman. Selama ini, Kementerian Pertanian seperti enggan mengembangkan bawang putih, karena menilai secara agronomi tanaman ini tidak bisa tumbuh maksimal di Indonesia.

 

Teknologi rekayasa budidaya dan manajemen pasar tentu saja akan bisa merubah analisa usahatani bawang putih di Indonesia. Kementan bisa belajar bagaimana petani bawang putih di Temanggung bisa bertahan hidup dalam skala yang sangat luas.

 

Dasar Menteri Pertanian untuk mengembangkan agribisnis bawang putih utamanya adalah besar nilai devisa negara yang dihabiskan untuk mengimpor produk siung berwarna putih ini. Setidaknya menurut Mentan diperlukan dana Rp 20 triliun untuk impor bawang putih per tahunnya.

 

Saat ini, 95% dari sekitar 400.000 ton kebutuhan bawang putih dipasok dari impor, terbanyak dari China. Badan Pusat Statistik (BPS), pada Maret 2016, impor bawang putih mencapai 21.858 ton atau senilai US$ 18,6 juta. Untuk akumulasi Januari-Maret 2016, impornya sebesar 98.414 ton dengan nilai US$ 74,8 juta. Sedangkan negara asal pemasok bawang putih ke dalam negeri adalah China.

 

Untuk mengurangi impornya, Mentan  mengajukan anggaran tambahan dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2017 sebesar Rp 1 triliun. Anggaran tambahan ini akan digunakan untuk meningkatkan produksi   bawang putih dalam negeri.

 

Hitung-hitungan Kementan untuk swasembada bawang putih, Indonesia perlu penambahan luas tanam.  Saat ini lahan bawang putih Indonesia seluas  1.000 ha di Temanggung. Agar swasembada bawang putih, diperlukan tambahan 60 ribu ha lagi. Lahan tersebut antara lain berada di  Lombok Timur, Jawa Tengah, Temanggung dan Solok.

 

Ada juga langkah lain yang dilakukan Kementan untuk meningkatkan produksi bawang putih. Belum lama ini, Kementan telah menerbitkan aturan yang mewajibkan importir untuk menanam bawang putih di dalam negeri. Kewajiban tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 16 Tahun 2017 tentang Rekomendasi Impor Produk Hortikultura.

 

Kita mendukung upaya Kementan untuk bisa swasembada bawang putih. Adalah tugas para peneliti untuk bisa membuat rekayasa teknologi maupun regulasinya, agar usaha bawang putih berkembang menjadi usaha yang menguntungkan bagi para petani. Bila Badan Litbang Pertanian bisa melakukan rekayasa itu, maka dengan dorongan keuntungan petani dengan kesadaran sendiri akan mau menanam bawang putih.

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162