Loading...

Tim Kementan Perkuat Daerah Perbatasan sebagai Eksportir Pangan

16:40 WIB | Monday, 23-January-2017 | Nasional | Penulis : Ahmad Soim

Tim Kementerian Pertanian terjun ke daerah-daerah perbatasan untuk memperkuat lumbung pangannya sekaligus sebagai basis dan pintu ekspor pangan.

 

 

 

Tim Kementerian Pertanian (Kementan) melakukan   koordinasi dan sinkronisasi dengan provinsi yang mempunyai wilayah perbatan seperti di Papua, Nusa Tenggara Timur, dan Kalimantan, berbicara dan mengambil tindakan untuk mewujudkan  ekspor pangan di daerah perbatasan.

 

“Untuk menggerakkan potensi daerah perbatasan menjadi lumbung pangan sekaligus eksportir pangan memerlukan managemen yang baik mulai dari hulu sampai hilir, termasuk sistem untuk  menggerakan petani di lapangan, yakni  penyuluh pertanian dan aparat setempat,” kata Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian Fathan A Rasyid usai bertemu Bupati Sambas Kalimantan Barat Atbah Romin Suhaili (10/1).  

 

Di Provinsi Kalimantan Barat untuk kawasan pangan khususnya komoditas padi dan dari sisi luas areal padi lanjut Fathan sudah memenuhi persyaratan sebagai daerah eksport di perbatasan, yang harus dibenahi adalah sarana dan prasarana.

 

Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian dan Direktur Pupuk dan Pestisida Muhlizar Sarwani selaku perwakilan dari Kementerian Pertanian melakukan koordinasi dan sinkronisasi dengan Pemda Sambas. Ikut hadir dalam pertemuan ini  Kepala Dinas Pertanian Provinsi Kalimantan Barat.    

 

Dalam pertemuan tersebut Fathan menjelaskan pada tahun 2017 Kementerian Pertanian ingin memperkuat pangan nasional di daerah-daerah perbatasan dan salah satunya adalah di Kabupaten Sambas.

 

Fathan menjelaskan bahwa Menteri Pertanian Amran Sulaiman ingin  mempercepat perwujudan lumbung pangan nasional di Indonesia di daerah perbatasan dan sebagai buktinya adalah kita harus ekspor.

 

 “Kalimantan Barat sudah lama melakukan ekspor pangan tetapi ekspor tersebut tidak tercatat, untuk itu kami hadir disini untuk memastikan bahwa dalam waktu dekat ini atau pada bulan oktober kita sudah  wujudkannya,” tambahnya.

 

Kementan mengharapkan agar Sambas mulai sekarang focus  menyusun kebutuhan-kebutuhan terutama sarana dan prasarana di daerah perbatasan, memastikan kawasan padi sebanyak 50.000 (lima puluh ribu) ha untuk menunjang ekspor tersebut, membangun koperasi yang menangani padi mulai dari hulu sampai hilir serta membangun jaringan dengan pihak-pihak lain untuk mempercepat eksport ini.

 

Bupati Sambas berterima kasih  kepada tim dari Kementerian Pertanian dan berharap bisa terus berkomunikasi dengan Kementerian Pertanian untuk mewujudkan sambas sebagai lumbung pangan di perbatasan. Latu/Som

Editor : Ahmad Soim

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162